Passion

Setelah nonton Final AFF bulan lalu ? Apa yang Anda rasakan ? Sedih Timnas kalah ?

Walaupun skor 2-1,namun Indonesia tetap kalah point untuk mendapatkan gelar juara AFF. Menang dalam perang tapi kalah dalam pertempuran. Apa yang Anda rasakan juga dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Tapiiiii….Seperti Bondan Prakoso bilang : “ Ya sudah laaaahhh “.

 

Ada hal yang menggelitik dari tulisan seorang sahabat , teman masa SMA yang saat ini jadi penulis terkenal. Nama beliau ES ITO. Beliau kemaren menulis “Surat untuk Firman” dan dibacakan di Metro TV beberapa kali 29 Des 2010 dan jadi trending topic di internet. Surat nya berisikan tentang pentingnya kegembiraan dalam bermain sepakbola.

Beliau mengajak para timnas untuk melepaskan beban dari pilihan “sekedar” menang dan kalah, tapi lebih menitikberatkan pada perasaan gembira saat bermain. Betul tuh ! karena proses menuju final sudah enjadi kegembiraan tersendiri untuk bangsa ini. Sudah lama rakyat ini tidak bergembira akan bangsanya sendiri.

 

Pernahkah Anda…melakukan sesuatu sampai lupa waktu, bahkan kadang lupa makan ? pernahkah Anda asyik dan larut dalam sesuatu hal hingga Anda tidak berfikir lagi tentang apa yang akan Anda dapatkan ? dimana Anda asyik dengan apa yang Anda lakukan…pernah ?

 

Saat Anda larut dalam sesuatu yang Anda suka, tanpa Anda sadari lagi apa alasan yang mendorong Anda untuk melakukan hal positif itu, maka disanalah terdapat seni kebahagiaan.

 

Bukankah itu yang kita cari ? sesuatu pencapaian kesuksesan yang juga diiringi perasaan bahagia. Anda ga inginkan ketika sukses tapi ga bahagia ? karena Ada orang yang sukses tapi tidak bahagia. Atau juga sebaliknya, ada yang bahagia tapi tidak sukses.

Tentu saja yang kita inginkan adalah sukses dan bahagia.

 

Masih ingat tentang 10.000 jam terbang ? bagaimana mungkin Tiger Wood bisa latihan 10.000 jam jika tidak mencintai golf ? Bagaimana mungkin Ahmad Dhani atau Melly Goeslaw bisa menciptakan lagu kalau dia tidak mencintai musik ? Bagaimana seorang Mario Teguh bisa dibayar lebih Rp.100 juta per show kalau beliau tidak mencintai pekerjaannya ?

Jangankan 10.000 jam terbang, 1 jam saja melakukan hal yang tidak kita suka serasa 10.000 jam. Tapi kalau kita melakukan hal yang kita suka 10.000 jam meungkin cuma terasa 1 jam, karena kita mencintai apa yang kita kerjakan.

Albert Eintein mengatakan teori relativitas adalah hukum alam yang sederhana. Kalau seorang pria duduk di sebelah wanita cantik ( anggaplah Anda duduk di sebelah Dian Sastro atau Olla Ramlan selama 1 jam),mungkin serasa cuma 5 menit saja .Pengen lebih lama.Hehe.. Tapi kalau Anda duduk di sebelah tungku yang sangat panas 150 Celcius selama 5 menit saja, akan terasa 1 jam. Seperti itulah passion atau hasrat.

 

Apakah hidup yang Anda jalani saat ini adalah betul – betul hasrat Anda ? seandainya Anda tidak dibayar/tidak digaji untuk melakukan pekerjaan Anda sekarang, apakah Anda akan tetap lakukan ? jika ya, bisa jadi itu lah passion Anda.

 

Leonardo Da Vinci mengatakan “ hasrat menghasilkan sensualitas seni kehidupan”.

Jika Anda menonton film best seller atau baca buku biografi tentang orang sukses, bisa dipastikan alur hidup mereka tidak datar alias memiliki alur seni yang indah untuk di tonton. Ada irama kehidupan yang indah untuk dinikmati, yang tentu saja itu berasal dari passion atau hasrat terdalam mereka.

Sudah nonton film “Social Network” ? film yang mengisahkan tentang Mark Zuckenberg , pendiri Facebook yang sekarang Anda gunakan ini. Seorang jenius yang menjadi milyuner di usia 24 tahun karena mengikuti hasrat terdalamnya. Kata Om Anthony Robbins :” Passion is the genesis of genius”. Hasrat adalah asal muasal kejeniusan”.

 

Bagaimana dengan hidup Anda ? seandainya kisah hidup Anda di buat menjadi sebuah film, lalu di putar di bioskop, apakah akan jadi film yang menarik untuk di tonton ( sampai penonton antri tiket berjam – jam seperti nonton TimNas ) ATAUUUUU akan bikin penonton tidur di bioskop karena ceritanya tidak menarik ?

 

Hidup lah dengan hasrat terdalam Anda. Temukan lah dan hiduplah bersamanya. Sehingga suatu saat nanti, ketika anak cucu menceritakan tentang seseorang tokoh yang dikagumi, dan yang mereka ceritakan adalah bukan kisah orang lain, melainkan kisah Anda

 

~ Follow your passion, and success will follow you. ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *